I LOVE U MOMS..

Semua yang kubayangkan tak seperti yang kurasakan saat ini. Semua yang kurencanakan tak berjalan sesuai harapan. Semua tak semudah yang kufikirkan. Jika dulu, kira-kira lebih dua tahun silam begitu mudah bibirku menguraikan segenap rencana, lain halnya dengan sekarang. Aku anggap eneteng semuanya. Kuanggap mudah hidup jauh darimu. Semua berbeda. Semua tak seindah saat bersamamu. Hidupku sepi tanpamu. Hidupku terasa amat berat tanpamu. tak sering lagi kudengar suaramu. Tak acap lagi kudengar Ibu memanggil namaku, aku sunggugh- sungguh merindukanmu Ibu. Merindukan setiap momen bersamamu.
Aku tak sendirian, banyak teman menemaniku melewati hari-hariku disini, di kota ini yang masih terasa cukup asing bagiku. Tak jarang kudengar tawa mereka yang terkadang mampu memaksaku untuk ikut dalam kegembiraan mereka. Tetapi tetap saja semua terasa berbeda. Kegenbiraan itu hanya sebentar saja. Setelah itu semu kembali seperti semua. Kesepian, kerinduan kembali kurasa. Setiap hari kuselalu merindukan Ibu. Setiap saat kuselalu memikirkan Ibu. Setiap detik Ibu hadir dalam ruang hatiku. Aku risau. Aku takut. Aku mencemaskan keadaan Ibuku. Apakah Ibu sehat-sehat saja? Apakah Ibu punya cukup uang untuk membeli sambal yang enak? Aku takut Ibu saat ini kelelahan dan tak seorangpun yang peduli. Aku ingin memijat Ibu, suatu hal yang sebenarnya jarang kulakukan dulu.
sepatutnya sudah sepatutnya kubersyukur, karena saat ini aku bisa melanjutkan pendidikan ku kejenjang yang lebih tinggi. Aku telah menjadi seorang mahasiswa, meski hal itu bukanlah hal istimewa lagi sekarang tapi Ibuku bahagia dan bangga bukan kepalang. Aku anak pertama dari tiga orang bersudara, betapa Ibu bangga padaku, anak sulungnya, anak perempun satu-satunya bisa menjadi seorang mahasiswa seperti anak lain seusiaku. Kebanggaan Ibu wajar adanya, selama 15 tahun lebih Ibu berjuang membesarkanku serta kedua adikku seorng diri. Ia rela membanting tulang dari pagi hinnga malam demi kami, anak-anaknya yang ia kasihi dan cintai dengan kasih yang paling tulus didunia. Sejatinya, akulah yang harus bangga pada Ibu. Meski tak ada sosok suami disampingnya ia mampu menjadi orang tua hebat bagi kami. Ibu tak ingin kami merasa kehilangan akan sosok seorang Ayah. Ibu ingin kami tumbuh menjadi ank-anak sehat dan kuat seperti anak-anak lain sebaya kami. Ibu ingin mengantarkan kami menuju cita-cita yang kami impikan. Tak peduli beban yang dipikulnya. Tak pedulis sakit yang mendera. Tak peduli lelah yang tak terkira. Ibu selalu berjuang memberikan yng terbaik untuk kami. Ia selalu berhasil menyembunyikan rasa lelahnya. Ingin kami merasakan sulit yang ia rasa. Ibu tak ingin kami melihat air mtanya. Ibu ingin memikul semua derita. Sendiri. Ibu tak mau kami terluka sedikitpun. Yang Ibu mau hanya melihat kami bahagia. Dan dimtaku Ibuku adalah Ibu terhebat diseluruh dunia.
Bagiku Ibu adalah nyawa hidupku. Ibu adalah lentera yang menerangi gelaku. Ibu adalah embun yang menyejukkan hatiku. Ibu adalah Ibuku yang akan selalu menjadi Ibu terhebat bagiku selamanya. Dan berkat Ibulah saat ini aku bisa berada disini. melanjutkan pendidikan seperti yang ku cita-citkan selama ini. Ibu telah mengantrkanku menuju gerbang samudra impian yang kucita-citakan selama ini. Ibu telah berhasil menjadi Ibu terbaik bagiku.
Kini, saat kuharus menjalani hari jauh dari Ibu semakin kumerasa betapa Ibu sangat berarti bagiku. Betapa aku lemah dan tka berdaya tanpa ada Ibu didekatku. Hari-hariku terasa hambar terlebih saat kegiatan perkuliahan berakhir. Saat aku berada dikamar kos beukuran 2×3 meter kerinduan akan Ibu kembali menyusup dalam relung kalbuku. Kerindukanku bercampu akan kekhawatirnku terhadap Ibu. Aku takut Ibu sedih, dan tak ada aku disampingnya untuk menghapus air matanya. Tak ada disampingnya untuk berbagi cerita. Tak ada untuknya untuk sekedar mendengarkan ceritanya.

Ibu yang harus Ibu tau, kini kemenyesali segala kenakalan terhadapmu. Kumenyesali setiap ulhku yang membuatmu susah. Kemenyesal pernah membohongimu waktu itu, saat Ibu menyuruhku membeli beras, kuberbohong sakit perut padamu. Saat Ibu memanggilku, kuselalu menolak dengan bermacam alasan. Kini semakin menydari betapa mulianya kasihmu Ibu. Betapa berartinya dirimu bagiku. Kini semakin menyadari betapa kusangat MENCINTAIMU Ibu. Dan mulai detik ini kuberjanji, tak akan lagi membohongimu. Tak akan lagi berkelit saat Ibu memanggilku. Kan ku coba meringankan segala beban Ibu. Kan kulakukan segala hal yang membuat Ibu bahagia. Kan kulakukan apapun untuk Ibuku tercinta.

Ibu, doakan aku selalu agar kukuat melewati hari saat kujauh darimu. Agar kumampu menjadi seperti yang Ibu harapkaan. Tak akan ada artinya semua ini tanpa ridho dan doa darimu. Oh angin, tolong sampaikan rasa sayangku yang dalam untuk Ibu dikampung halaman. Kecup keningnya untukku, jaga ia selalu dan selalu. IBU I REALLY LOVE IBU!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s